Home > Psikologi, Spiritual > Memeluk dan melepaskan dengan kasih sayang..

Memeluk dan melepaskan dengan kasih sayang..

Di setiap putaran waktu selalu ada cahaya dan gelap. Cahaya yang identik dengan keberhasilan, pujian, semangat, keberanian dan terpenuhinya keinginan terkadang datang ke dalam hidup kita. Gelap yang diartikan sebagai kegagalan, hinaan, galau, ketakutan dan tidak tercapai keinginan kita pun terkadang datang ke dalam hidup kita.

Mengejar cahaya dan berlari dari gelap

Hal yang selalu dilakukan oleh manusia saat ini adalah mengejar cahaya dan berlari dari gelap. Memang sih, itu masuk akal kok.. Kita semua senang dengan keberhasilan, pujian, saat-saat sedang bersemangat dan tercapainya keinginan. Itu hal yang wajar kok.. Tapi, bukankah ada saat-saat kita akan mengalami kegagalan, kegalauan, ketakutan dan tidak tercapainya keinginan ? Saat gelap  ditolak pun,  ia akan datang cepat atau lambat.. Suka tidak suka, gelap akan datang menghampiri kita.. Berlari atau tidak.. gelap pasti akan datang..

Saat kita terlalu mengejar cahaya dan berlari dari gelap. Alhasil, hasilnya adalah penderitaan. Saat kita berlari dari gelap, hasilnya bukanlah cahaya melainkan semakin gelap. Coba saja, kita menolak ketakutan yang ada di dalam diri. Apa hasilnya ? Bagaimana rasanya ? Bukan kesembuhan dari ketakutan justru semakin menimbulkan konflik di dalam jiwa. Dan ketakutan bukan hilang dari dalam diri melainkan akan semakin takut..

Saat kita menolak trauma dari masa lalu yang menyakitkan. Kita mungkin akan terbebas dari trauma itu beberapa saat. Tapi trauma itu akan terus datang.. dan datang lagi.. kenapa ? Luka di dalam diri masih ada. Sehingga kalau belum disembuhkan luka itu akan datang.. dan datang lagi.. Penolakan terhadap trauma di masa lalu bukan menyembuhkan melainkan akan memperparah trauma di saat ini.. Itulah contoh mengejar cahaya dan berlari dari gelap.

Memeluk lembut masa lalu dan melepaskannya

Apa yang terjadi di dalam jiwa yang masih terbelenggu oleh ketakutan, trauma, penderitaan di masa lampau ? Setiap mengingat kejadian di masa lampau, kita akan merasa ketakutan, menderita bahkan pada beberapa kasus bisa sampai menjerit-jerit karena parahnya trauma di masa lalu.

Tidak ada cara untuk  lari dari masa lalu. Semakin lari.. akan semakin kuat cengkraman masa lalu di dalam diri kita. Satu-satunya cara adalah memeluk lembut masa lalu dengan kasih sayang. Ketakutan dan penderitaan yang timbul di dalam diri akibat masa lalu seperti bayi yang menangis. Penolakan terhadap ketakutan seperti mencubit bayi yang menangis. Apa yang terjadi ? Bayi akan menangis semakin keras, bukan..

Peluklah dengan lembut masa lalu yang ada di dalam diri kita. Sayangilah mereka.. kasihilah mereka.. bertindaklah seperti ibu yang menemui anaknya yang sedang menangis. Sang anak akan langsung dipeluk, dicium, diberikan air susu ibu, ditimang-timang.. Peluklah setiap hal yang menyakitkan di dalam diri kita. Hal ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang dan terus menerus.. syukur-syukur kalau ada yang membimbing dan mendampingi. Tapi sendiri juga bisa sih.. ini cukup  aman kok. Karena  hanya ditujukan untuk kesembuhan diri sendiri.

Dan berikutnya adalah lepaskan masa lalu itu. Lepaskan dengan lembut.. jangan ditendang atau ditolak. Pokoknya lakukan semua dengan lembut.. bukan dengan kekerasan. Coba aja kalau bayi langsung di lempar ke atas kasur. Ya, nanti nangis lagi dong bayinya.. hehe

Katakanlah kepada masa lalu, aku mencintai semua masa laluku baik itu yang menyenangkan maupun menyakitkan..  Aku mencintai kalian semua.. (dengan perasaan yang penuh dan dalam kepada masa lalu).. Dan saat kita bisa menerima mereka (masa lalu) semua dengan cinta yang tulus.. Mereka pun akan menunjukkan wajah kasih sayang kepada kita..

Memeluk dan melepaskan dengan lembut saat ini  

Apa yang sedang terjadi di saat ini ? Apakah itu kesenangan, kesedihan, kemenangan, kekalahan, kebersamaan, kesendirian, dan sebagainya. Pokoknya bisa macam-macamlah.. Terima semua hal itu. Peluk semua hal itu dengan kasih sayang. Dan biarkan mengalir bersama jalannya sang waktu.

Setiap hal yang datang, misalkan kesenangan.. peluklah ia dengan kasih sayang. Tapi jangan lama-lama.. karena segala hal di dalam hidup itu mengalir dan bergerak. Saat kita memeluk kesenangan, segera  lepaskan.. kemudian peluklah lagi  perasaan yang datang di saat ini dengan rasa yang sama.. misalkan saat berikutnya kita sedih. Ya, peluklah kesedihan itu dengan rasa yang sama.. jangan ditolak. Dan lepaskan di saat yang berikutnya.. begitu seterusnya..

Say I love U to happiness and sadness.. dan nanti wajah keduanya akan berubah seiring kita semakin mencintai keduanya. Semakin kita mencintai kebahagiaan dan kesedihan dengan rasa yang sama. Mereka berdua akan menunjukkan wajah aslinya kepada kita yaitu cinta dan kasih sayang..

Memeluk dan melepaskan dengan lembut masa depan  

Setiap keinginan yang muncul tentang masa depan.. tersenyumlah kepadanya. Peluklah ia dengan kasih sayang. Tapi jangan  terlalu lama.. Segera lepaskan di saat yang berikutnya untuk mengalir bersama saat ini.

Cita-cita ingin menjadi milyarder adalah hal yang sangat positif. Semua orang dituntut untuk bisa menjadi orang kaya agar bisa membantu orang lain sebanyak-banyaknya. Baguslah.. teruskanlah.. Peluklah cita-cita itu dengan lembut.. lalu lepaskan sesaat untuk bersantai sejenak. Saat sudah selesai bersantai.. peluk lagi dengan lembut lalu lepaskan.. Sama seperti nafas yang ditarik dan dilepaskan.. Perlakukan cita-cita, impian dan keinginan dengan cara yang sama..

Memeluk lembut masa depan.. kemudian lepaskan.. Jangan memeluk terlalu lama. Karena masa depan itu belum ada.. Jangan melepas terlalu lama, nanti masa depan tidak bisa terwujud.. Belajar untuk memeluk dan melepas dengan cara yang indah.. Dan itu semua pakai feeling tidak pakai logika.. Sama seperti naik motor, mengendarai mobil atau bermain layangan. Ada feeling.. ada seni yang bermain di situ. Logika hanya tangga awal untuk belajar teorinya.. selebihnya adalah feeling yang bermain.

Peluk lembut masa lalu, masa kini dan masa depan kemudian mengalir

Inti dari semua cerita ini adalah.. peluk segala hal  yang datang kepada kita setiap saat. Kemudian biarkan  itu semua mengalir. Sama seperti bermain layangan, kadang benangnya ditarik.. kadang diulur.. begitu terus menerus. Jadi bisa bermain layangan, kan J. Pelukan lembut kepada masa lalu akan menyembuhkan.. pelukan kepada masa kini akan menenangkan.. pelukan kepada masa depan akan menyenangkan.. Digabung satu menjadi istirahat. Dan jiwa yang istirahat berarti jiwa yang sudah pulang ke rumah.. welcome home

Psikologi, Spiritual

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.